"Penyumbatan ?!"
"Penyumbatan ?!"
``````````````````````
Sering kata birokrasi menjadi sesuatu yang mencemaskan, menyebalkan dan membosankan banyak masyarakat khususnya di tempat kita (dimana?). Padahal birokrasi paling tidak membuat semua aktivitas menjadi accountable (cf. [1] dan [2] ), seharusnya !
Lihat pengalaman di tempat kita yang lain, TODAI:Tokyo Daigaku, sebuah acara "dies natalis" dengan nama 'Go Gatsu Sai' mempunyai aturan-aturan prosedur yang baku dan jelas. Para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di TODAI harus mendaftar enam bulan sebelumnya. Briefing dilakukan lima bulan sebelumnya. Sisa waktu sudah dipakai untuk 'setting' acara dan tempat.
Pengalaman di tempat lain yang sama. Ketika beberapa mahasiswa akan membentuk organisasi kemahasiswaan, mereka mendatangi wakil dekan yang berurusan dengan kemahasiswaan di fakultasnya. Dari pertemuan itu, terjadi kesepakatan tentang ijin dibolehkannya membentuk organisasi dimaksud. Dijanjikanlah bertemu pekan depannya, dimana mereka mendatangi kantor wakil dekan (WD) tersebut dan diterima tidak hanya oleh WD tapi juga oleh dua pegawai fakultas. Dijelaskan oleh WD bahwa menurut dua orang stafnya itu organisasi yang akan dibentuk menyalahi undang-undang bahkan konstitusi. Kedua staf tadi rupanya sudah memfotokopi pasal-pasal yang dimaksud dalam tulisan kanji dan bahasa inggris, lalu menjelaskannya.
Pada dua kejadian diatas, terlihat bahwa birokrasi itu menolong sesiapa untuk kelancaran kegiatan dan agar tidak terjerat hukum. Menariknya, seorang pejabat atas akan tergantung pada masukan pejabat dibawahnya bahkan tenaga pendukungnya (supporting staff) ! Disitulah letak accountable sebuah aktivitas, bahwa komitmen dibangun dengan terbuka dan tidak ditutup-tutupi serta tidak satu-arah. Birokrasi yang tidak accountable menimbulkan banyak persepsi, ketidakpastian, keterlambatan dan pemborosan, bahkan "suap-menyuap" !
Terkadang, terjadi pertentangan dibenak penulis. Kedua contoh diatas itu dapat disebut suatu kondisi ideal ataukah sebaliknya ? Mari ambil contoh berikut. Tersebutlah sebuah berita [3] tertanggal 20-03-2006 , dimana diumumkan bahwa tgl.31 Maret 2006 sebagai hari libur bersama. Pada alinea terakhir berita itu menyebutkan "...Penerapan cuti bersama di lingkungan pendidikan, kata Sutedjo, akan diatur oleh Menteri Pendidikan Nasional...". Ternyata dari informasi yang didapat sampai dengan jum'at tgl. 24 Maret 2006 siang, Diknas belum mendapat surat/SK dari Menpan (?). Sudah bisa diduga, informasi yang turun dari Diknas akan tidak menjangkau banyak sekolah maupun perguruan tinggi dan tidak menjadwal ulang tgl. 31 Maret sebagai hari libur bersama tahun 2006.
Ataukah, begini,
"kedua contoh awal diatas itu kan... untuk universitas... untuk pemerintahan sih... Tidak begitu !".
Entahlah, penulis ini sedang bermimpi atau malah sedang dibangunkan tiba-tiba ?!
Ganesa, 240306
wedykun
Acuan:
[1]
http://www.soulprogress.com/html/Glossary/
AccountabilityGlossary.html
[2]
=Accountability&goquery=Find+it!&Language=ENGYour
[3] http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/03/20/
brk,20060320-75343,id.html
